Home / FEATURE / Langkah Alternatif, Buat Duplikasi Menara

Langkah Alternatif, Buat Duplikasi Menara

SECARA fisik, Menara Kudus yang menjadi ciri khas Kabupaten Kudus dan dibangun Sunan Kudus pada abad ke-15 atau tahun 956 Hijriah bertepatan dengan 1549 Masehi sampai sekarang masih kukuh dan gagah.

Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah mengakui, secara struktural, bangunan Menara Kudus masih kuat karena memiliki teknik pembangunan yang bagus dengan empat cagak soko guru di atas dan selasar yang kuat.

Namun, kata Kapokja Pemugaran BP3 Jawa Tengah Sudarno, setelah melakukan penelitian, ia menemukan adanya beberapa titik pelapukan di batu bata merah yang menjadi bahan material utama bangunan Menara Kudus.

“Sudah ada batu bata yang pada gempil di beberapa titik di setiap sisi Menara Kudus,” kata Sudarno kepada Media Indonesia.

Baca juga: Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Beragama

Batu bata itu lapuk atau gempil karena sering terkena sinar matahari dan hujan. Selain itu, letak Menara Kudus yang berada di pinggir jalan raya menyebabkan sering mendapatkan getaran ketika ada kendaraan yang lewat. Hal itu tentu saja punya dampak tersendiri bagi sebuah bangunan yang tinggi.

Menara Kudus, kata Sudarno, kalau tidak segera ditangani dengan serius dan melibatkan beberapa ahli, dikhawatirkan akan rusak. Terlebih Menara Kudus ialah satu-satunya aset bukti sejarah adanya toleransi antarumat beragama yang dimiliki Indonesia. “Menara Kudus ini heritage yang langka bahkan di seluruh dunia,” ujarnya penuh semangat.

 

Buat menara duplikat

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Em Nadjib Hassan mengakui memang ada beberapa titik batu bata pada bangunan Menara Kudus yang gempil.

Pihaknya dengan BP3 Jawa Tengah juga telah melakukan kajian bersama untuk mencari solusi alternatif. Beberapa langkah antisipatif sudah dilakukan, mulai mengurangi frekuensi orang yang naik ke menara hingga langkah alternatif untuk membuat duplikasi Menara Kudus.

“Kami dengan pengurus YM3SK sudah melakukan kajian tentang itu (duplikasi menara). Namun, kami mesti mematangkan rencana tersebut dan butuh banyak pemikiran para ahli,” ujar Sudarno.

Sementara itu, pihak yayasan juga telah mempersiapkan tanah untuk tempat menara duplikat. Hal itu dilakukan kalau rencana tersebut benar direalisasikan sehingga pihak yayasan tidak kebingungan.

Menara duplikat nantinya akan difungsikan sebagai tempat untuk menabuh jidur setiap waktu salat tiba. Adapun menara yang asli hanya untuk acara-acara tertentu, seperti ada pengumuman-pengumuman penting atau menabuh beduk ketika awal 1 Ramadan.

Menduplikasi Menara Kudus tampaknya merupakan sebuah rencana yang bakal benar-benar direalisasikan. Sehabis Idul Fitri ini, BP3, pengurus YM3SK, dan beberapa ahli arkeolog akan bertemu untuk mematangkan rencana tersebut. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *