Home / LAPORAN KHUSUS / Naik Hevina Nyaris tanpa Suara

Naik Hevina Nyaris tanpa Suara

SEUSAI Menristek Gusti Muhammad Hatta, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mencoba bus listrik buatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), giliran awak media diberi kesempatan merasakan naik mobil listrik tersebut untuk berkeliling jalan di Yogyakarta.

Rute yang ditempuh cukup pendek, yaitu Taman Pintar-Jalan Matara-Jalan Abu Bakar Ali-Malioboro-Taman Pintar, sekitar 4 kilometer. Dengan dikawal sebuah mobil patroli dari kepolisian, mobil pelat merah bernomor polisi D 7091 C tersebut pun mulai melaju di jalanan umum.

Mobil tersebut memiliki enam baris kursi terdiri dari baris pertama sampai ketiga berisi tiga tempat duduk (termasuk sopir), baris keempat dan kelima berisi dua tempat duduk, serta baris kelima berisi tiga tempat duduk.

Dengan ditumpangi 16 penumpang, termasuk sopir, mobil yang diberi nama Hevina itu pun berjalan dengan kecepatan sekitar 10-30 kilometer per jam. Nyaris tidak terdengar bunyi bising mesin selama perjalanan, hanya terdengar suara seperti suara generator. “Iya, nyaris tidak terdengar suaranya,” ujar Eka Arifa, wartawan Antara, pekan lalu.

Bus listrik tersebut memang tidak dipacu dengan kecepatan maksimal karena digunakan di dalam kota dan kondisi lalu lintas Kota Yogyakarta siang itu juga lumayan padat.

Bambang Nugroho, pengemudi bus listrik, mengaku tidak ada kesulitan dalam menjalankan bus listrik tersebut. Menurutnya, cara mengoperasikan bus listrik buatan LIPI sama dengan kendaraan bermesin pada umumnya. “Seperti mengendarai mobil matik,” jelasnya sambil memacu bus listrik tersebut dengan kecepatan rata-rata 25 kilometer per jam.

Saat posisi berhenti dan posisi gigi 3, pengemudi tinggal menginjak gas, mobil bisa langsung jalan.

Sementara itu, Abdul Hapid, Koordinator Peneliti Mobil Listrik LIPI, menjelaskan bus listrik buatan LIPI tersebut ramah lingkungan karena nonemisi, 100% energi listrik. “Jika kendaraan di situasi macet dan tidak berjalan, tidak ada energi yang dikeluarkan,” imbuhnya.

Baterai mobil listrik juga bisa digunakan dalam jangka waktu panjang, yaitu di atas 10 tahun. Untuk melakukan pengisian, ungkapnya, hanya dibutuhkan waktu 30 menit hingga terisi sekitar 54 kwh. Setiap tersisa 20%, ungkapnya, sudah harus diisi kembali.

Dengan kondisi baterai penuh, mobil bisa berjalan 115 kilometer tanpa AC, sedangkan dengan AC sekitar 80-100 kilometer. “Semua itu tergantung medan dan kecepatannya,” imbuhnya.

LIPI telah melakukan riset mobil listrik sejak 1997 dengan berbagai jenis mobil yang dikembangkan, dari mobil golf, polantas, pikap, linen, mozen, hingga yang terakhir bus listrik. Khusus bus listrik, imbuhnya, mulai diteliti sejak 2011.

“Yang dilakukan sekarang ialah bagaimana menaikkan status dari prototipe riset ke prototipe industri,” ungkapnya. Ia berharap tahun depan bus listrik tersebut sudah menjadi prototipe industri dan sudah bisa diproduksi walau dengan skala terbatas.

Ia mengaku tidak bisa memperkirakan waktu produksi massal bus listrik tersebut. Pasalnya, untuk membuat produksi massal, ungkapnya, merupakan peran dari industri, sedangkan LIPI hanya di area riset, dari prototipe sehingga bisa diproduksi.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan PLN Satri Falanu mengungkapkan dalam uji coba mobil listrik tersebut, pihaknya hanya bertugas menyiapkan tempat stasiun pengisian listrik untuk umum (SPLU). “Kita memasang di dua tempat, yaitu di Taman Pintar dan Terminal Giwangan. Stasiun pengecas memiliki tegangan 230 dan 30 ampere,” ungkap Satri.

“Yang mahal dari SPLU ialah meter kwh-nya. Kita bekerja sama dengan pabrikan Kwh meter, yaitu PT Mecoindo, yang berlokasi di Cibitung,” ungkap Satri tanpa mau menyebutkan harga pastinya. Alat tersebut, bisa mengukur pemakaian dan jumlah pengisian. []

Laporan 1 : Membangun Moda Transportasi Bebas Polusi

Laporan 2 : Bus Listrik Menjawab Perubahan Iklim

Laporan 3 : Naik Hevina Nyaris tanpa Suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *